PUBLIC HEARING: PBI (Digital Inovatif) UII Adakan Ruang Terbuka Untuk Mahasiswa Sampaikan Aspirasi

YOGYAKARTA – Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Digital Inovatif Universitas Islam Indonesia (UII), mengadakan kegiatan Public Hearing pada hari Jum’at, 25 September. Kegiatan yang berlangsung di ruang 1.03 dari pukul 13.-00-15.30 ini menjadi forum penyampaian aspirasi dan diskusi para dosen dan staff bersama para mahasiswa.
Dalam pelaksanaanya, setiap angkatan wajib mengirimkan perwakilannya sebanyak lima orang. Adapun mahasiswa yang lain dapat menyampaikan suaranya melalui google form yang sudah disediakan satu pekan sebelum dilaksanakannya forum.
Saat diskusi berjalan, beberapa aspirasi berhasil disampaikan oleh mahasiswa. Diantaranya terkait adaptasi perubahan kurikulum, perencanaan dan persiapan kegiatan yang dapat dilakukan lebih awal, komunikasi dan pendampingan Dosen Pembimbing Akademik (DPA) yang masih dapat dioptimalkan, serta aspirasi-aspirasi lainnya.
Menurut Kaprodi PBI, Miss Dayu, kegiatan Public Hearing ini berjalan dengan efisien dan sesuai dengan ekspektasi. Demikian karena para mahasiswa dapat secara aktif menyampaikan aspirasinya kepada pengelola prodi. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil memecahkan permasalahan terkait perbedaan perspektif antara mahasiswa dan pengelola. Tentunya dengan menyamakan perspektif, kebijakan yang akan disusun bisa lebih diterima oleh kedua belah pihak.
“… Ibaratnya, Public Hearing kemarin merupakan proses demokrasi terdidik, karena saya tekankan kepada mereka sebelum prosesnya dilaksanakan bahwa bagaimanapun prosesnya demokrasi ini, ini institusi pendidikan, jadi tuntutannya tidak seperti buruh. Di sini prodi akan berkompromi, begitupun dengan mahasiswa harus berkompromi” tutur Kaprodi PBI UII.

Menurut salah satu peserta, ruang ini juga bermanfaat untuk mahasiswa. Aspirasi yang sudah dituliskan dapat tersampaikan dengan baik, alur kegiatannya jelas, suasananya kondusif, masukan yang ada bersifat membangun, serta dalam satu waktu pihak prodi secara langsung menanggapi masukan yang ada.
“… bisa dikatakan efisien mba, karna forum tersebut bisa merangkum seluruh aspirasi mahasiswa pbi dalam waktu yang cukup singkat. selain itu, alur aspirasinya juga jelas, setiap angkatan diminta mengirimkan perwakilan dan diberikan waktu untuk menyampaikan saran dan masukan dari teman-teman satu angkatan, setelah itu kami juga langsung mendapatkan feedback dari prodi. menurut saya ini adalah inisiasi yang sangat baik dan harapannya terus bisa dilaksanakan setiap tahunnya” tuturnya.
Lebih lanjut, kaprodi PBI berharap agar aspirasi-aspirasi yang sudah disampaikan bisa menjadi bahan evaluasi bersama dan dapat direalisasikan dengan baik walaupun tidak semua diwujudkan. (NDW)























