PBI UII Kembali Mengirimkan Mahasiswanya ke Austarlia

Calon peserta PPL Australia 2013 (memakai jas almamater)berfoto bersama Wakil Rektor III usai berpamitan di dampingi oleh Dekan FPSB, Ka. Prodi PBI dan staf pengajar PBI UII. Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Islam Indonesia kembali mengirimkan mahasiswanya ke Australia selama 2 minggu untuk melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL). “Fakultas yang berada diseluruh Universitas Islam Indonesia diperbolehkan berlomba dalam menjalin hubungan dengan PT di luar negeri, selagi tidak melanggar koridor-koridor yang sudah ditetapkan. Dan saya sangat senang karena Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya sudah menjalin hubungan dengan beberapa PT di luar negeri, baik dengan Malaysia, Jerman, Australia, dan terakhir kemarin dengan Cina yaitu dengan Zhejiang University. Saya juga berharap agar mahasiswa yang kita kirim ke Australia bisa menjadi magnet kuat untuk menarik mereka datang kepada kita. Ini menandakan bahwa kita juga baik buat mereka”. Demikian ungkapan sekaligus harapan Wakil Rektor III, Ir. Bachnas, M.Sc saat menerima ‘pamitan’ empat orang mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FPSB UII yang akan bertolak ke Australia selama 2 minggu untuk melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL). Keempat mahasiswa tersebut adalah Wara Anggana, Alvyyan Barlis Lockman Salim, Khulafaur Rosidin dan Abdul Azis Azhari.

Menurut Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Nizamuddin Sadiq, S.Pd., M.Hum yang turut hadir mendampingi acara ‘pamitan’ bersama Dekan FPSB UII dan beberapa staf pengajar PBI menyampaikan bahwa keempat mahasiswa tersebut nantinya akan melakukan serangkaian kegiatan di 3 lokasi sekolah yang berbeda, yakni Dromana Secondary College, Mornington Secondary College dan Rosebud Secondary College. Kegiatan yang akan dilakukan para peserta PPL diantaranya adalah mengajar Bahasa Indonesia, bersosialisasi/belajar Bahasa Inggris langsung dengan warga setempat, menampilkan atraksi kebudayaan dan juga mempromosikan kekayaan alam/wisata yang ada di Indonesia.

Pak Bachnas beharap agar PPL tersebut bisa menjadi salah satu media bagi mahasiswa untuk meningkatkan soft skill. Selamat jalan dan semoga mendapat banyak manfaat. Amiiin…

Orangtua/Wali Mahasiswa Inginkan Penambahan Nilai Moral terhadap Mahasiswa UII

Fakulltas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya beserta seluruh prodi didalamnya termasuk Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UII beberapa waktu lalu mengadakan Pertemuan dengan wali mahasiswa dalam acara Pertemuan Orangtua/Wali Mahasiswa (POTMA). Salah satu perwakilan dari orang tua mahasiswa FPSB UII menyampaikan harapannya terhadap FPSB UII agar menguatkan nilai-nilai moral terhadap mahasiswa UII agar nantinya lulusan UII benar-benar bisa bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara. “Mohon maaf sebelumnya, saya tanpa permisi dan rembugan dengan orangtua mahasiswa lainnya, saya meminta kepada Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia untuk bisa menambahkan penguatan nilai-nilai moral (moralitas), sehingga nantinya lulusan UII benar-benar bisa bermanfaat bagi masyarakat”. Demikian harapan salah seorang perwakilan dari orangtua Mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia saat memberikan sambutan di acara Pertemuan Orangtua/Wali Mahasiswa (POTMA), Sabtu, 2 November 2013 di GKU. Prof. Dr. Sardjito., M.Pd.

Sedangkan Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, H. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog dalam sambutannya sebelum membuka acara banyak menceritakan tentang sejarah berdirinya UII yang diinisiasi oleh tokoh-tokoh nasional muslim dari berbagai aliran/faham. Usai sambutan, dekan FPSB UII memperkenalkan satu-persatu staf pengajar/dosen beserta bidang keahliannya kepada para orangtua/wali mahasiswa.

Usai perkenalan, masing-masing Ketua Program Studi (Prodi Psikologi, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan Bahasa Inggris) memberikan gambaran singkat tentang proses belajar mengjar, kompetensi yang akan dihasilkan, maupun bidang pekerjaan yang bisa diakses setelah mahasiswa lulus studi S1.

Di akhir sesi, orangtua mendapat penjelasan tentang Unisys yang bisa diakses oleh orangtua (yang sudah punya akun dengan melakukan pendaftaran terlebih dahulu) untuk memantau perkembangan studi putera-puterinya.

EFORIA 2013 “Elegant Fun Outing”

 

EFORIA 2013 “Elegant Fun Outing” berjalan dengan lancar dan sangat mengesankan. Beberapa waktu lalu keluarga besar Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Islam Indonesia mengadakan kegiatan Outing bersama ke Pantai Siung, Gunung Kidul, Yogyakarta. Kegiatan ini bernama EFORIA 2013, Elegant Fun Outing. Dengan mengusung tema ”Love puts the fun in together, the sad in apart, and  the joy in a heart”, EFORIA 2013 mengagendakan beberapa kegiatan seperti lomba tebak kata dan lomba menggombal dalam Bahasa Inggris. Selain itu, kegiatan outbound ketangkasan yang membutuhkan kerjasama dan pendakian bukit pantai Siung pun dilakukan bersama-sama mahasiswa, staf dan sebagian besar dosen prodi pendidikan bahasa inggris UII.


Partisipasi seluruh Mahasiswa, Dosen dan staf PBI UII membuat kegiatan EFORIA 2013 ini menjadi pengalaman bersama yang tidak akan terlupakan. Selain belajar bahasa inggris bersama-sama dengan nuansa outbound yang menyenangkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan seluruh keluarga besar Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia.

Rosebud Secondary College Silaturrahmi ke PBI UII

 

 

Beberapa siswa/i Rosebud Secondary College, Melbourne, Australia dengan didampingi dua orang guru, Ms. Jane Gibson dan Mrs. Vivienne Keogh (Head of Senior School at Rosebud Secondary College) berkunjung ke Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Indonesia, Selasa, 17 September 2013. Kunjungan non formal tersebut selain memang untuk menikmati keindahan alam dan wisata belanja yang ada di Yogyakarta (Merapi, Malioboro, Beringharjo dan sekitarnya), juga merupakan kunjungan balasan terhadap program unggulan Program Studi Bahasa Inggris FPSB UII yang sudah berjalan 7 tahun, Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Australia.

Rombongan diterima oleh Ka. Prodi PBI, Nizamuddin Sadiq, S.Pd., M.Hum, Sekretaris Prodi PBI, Puji Rahayu, MLST serta beberapa staf pengajar dan staf akademik di The Waroeng of Raminten, Jl. Kaliurang Km. 15,5 untuk makan siang bersama. Di sini, rombongan cukup merasa ‘surprise’ dan tertantang mencoba beberapa hidangan yang disajikan, seperti ikan bakar, es krim goreng, wader goreng maupun aneka minuman yang ada (teh Poci, es buah, dll). Di sela-sela santap siang tersebut, Jane Gibson menyampaikan wacana untuk membuat sebuah kunjungan resmi (kunjungan studi) yang mirip dengan Program PPL Australia milik PBI UII, yakni dengan mengirimkan beberapa siswanya untuk tinggal selama beberapa hari di Yogyakarta (baca: mempelajari budaya lokal) yang difasilitasi oleh PBI FPSB UII.

Usai santap siang bersama, rombongan segera meluncur ke Museum UII dan Candi Kimpulan UII yang terletak di Gedung Moh. Hatta Kampus Terpadu UII. Di Museum UII, kedua guru sangat terkesan dan mengapresiasi para tokoh nasional sekaligus pendiri UII. Sedangkan ungkapan ‘wonderful!’ disampaikan oleh salah satu guru (Vivienne Keogh) ketika mengetahui bahwa candi tersebut ditemukan saat menggali pondasi perpustakaan UII (baca: kagum dengan Candi yang ditemukan di bawah timbunan tanah). Menurut mereka hal tersebut merupakan sesuatu yang ‘amazing’ atau mengagumkan. Di museum UII tersebut, Dekan FPSB UII, H. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog turut meluangkan waktu untuk menemui mereka dan berfoto bersama.

PBI Bagikan ‘Kentang Panas’ Pada Guru MAN Bahasa Inggris se-Jogja

 

 

Sebanyak 23 Guru Bahasa Inggris Madrasah Aliyah (Negeri dan Muhammadiyah) se-Jogjakarta mendapat pelatihan ‘Hot Pottatoes atau Kentang Panas’ dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa, 10 September 2013 di Laboratorium Bahasa-Gedung Mohammad Hatta UII. Para guru tersebut berasal dari seluruh Kabupaten di wilayah Yogyakarta, baik Sleman, Bantul, Kulonprogo, Wonosari dan juga Kodya Yogyakarta.

“Kami sengaja tidak mengajarkan Smart Class karena terbatasnya waktu. Selain itu, Smart Class hanya bisa dilakukan di lab ini saja. Jadi pada kesempatan ini kami ingin memberikan pelatihan Hot Potattoes atau kalau di bahasakan adalah Kentang Panas yang nantinya juga bisa Anda buka di komputer Anda di rumah”, ungkap Puji Rahayu sesaat sebelum pelatihan dimulai.

Materi pelatihan sendiri merupakan sebuah aplikasi pembelajaran Bahasa Inggris yang biasa digunakan untuk membuat berbagai jenis soal secara online. Adapun menu yang diajarkan dalam pelatihan ‘Hot Pottatoes’ tersebut diantaranya adalah JCloze yang dipergunakan untuk membuat soal bacaan yang tidak sempurna, JMatch untuk membuat soal menjodohkan, JQuiz untuk membuat soal pilihan ganda, soal isian dan kombinasi keduanya, JCross untuk membuat soal yang menyerupai Teka-Teki Silang, dan JMix yang berfungsi untuk membuat soal acak kata atau kalimat.

Semoga Allah meridhoi pengetahuan yang kita berikan/bagikan kepada orang lain. Amiin.

Sarasehan, PBI Perkuat Eksistensi

 

 

Untuk menggali berbagai informasi dan juga permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswanya, Program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia secara khusus menyelenggarakan ‘Sarasehan’ pada hari Jumat, 5 Juli 2013. Acara dihadiri oleh Ketua Prodi PBI, Nizamuddin Sadiq, S.Pd., M.Hum, Sekretaris Prodi, Puji Rahayu, MLST, staf pengajar dan juga hampir seluruh mahasiswa PBI.

 

Dari berbagai permasalahan, usulan maupun curhat yang ada, eksistensi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris mendapat porsi lebih yang diperbincangkan. Berbagai usulan pun meluncur dengan sendirinya ke tengah-tengah forum, seperti penguatan yang bisa dimulai dari tempat kos masing-masing, melalui keikutsertaan dalam berbagai lembaga mahasiswa, hingga ikut serta dalam berbagai lembaga/even nasional/internasional (lomba debat, seminar, kongres, asosiasi, dll).

Dalam sarasehan tersebut juga tercetus usulan/masukan agar Prodi Pendidikan Bahasa Inggris bisa lebih gencar lagi dalam menyosialisasikan program unggulan Praktek Pengalaman Lapangan ke Australia yang telah diselenggarakan setiap tahun. Beberapa mahasiswa juga usual agar pihak Prodi mempunyai agenda kegiatan khusus dan rutin yang bertaraf nasional, entah itu seminar, lomba, workshop atau kegiatan lainnya.

Kegiatan digelar dengan suasana santai namun tetap serius.

Calon Peserta PPL Pelajari Budaya Australia

 

Kata bijak yang menyatakan ‘Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’ secara sederhana mengandung pengertian sebagai sebuah proses adaptasi/penyesuaian diri seseorang terhadap lingkungan barunya (baru didatangi/dikunjungi/ditempati). Demikian juga para calon peserta Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Australia yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia. Untuk membekali para calon peserta yang nantinya akan tinggal dan beraktifitas selama lebih kurang 10 hari, maka pada setiap proses seleksi yang selama ini sudah berlangsung selalu disisipkan materi “Cross Culture Understanding (CCU)” baik dengan menghadirkan warga asli Australia ataupun warga Indonesia yang sudah pernah dan atau sedang tinggal di Australia.

Khusus untuk calon peserta PPL Australia angkatan/periode 7, materi CCU disampaikan oleh salah satu staf pengajar Pendidikan Bahasa Inggris FPSB UII Dr. Anita Dewi langsung dari Australia melalui jaringan internet (percapakan jarak jauh menggunakan software skype), Jumat, 21 Juni 2013 di FPSB UII.

Cara Hidup di Australia. Demikian judul sederhana yang disampaikan oleh ibu Anita (panggilan akrab Dr. Anita Sartika Dewi) pada calon peserta PPL Australia angkatan 7. Dalam materi tersebut, Dr. Anita menyampaikan materi seputar cara hidup keseharian orang Australia yang terbagi dalam 3 bahasan, yakni kehidupan di sekolah, kehidupan di rumah dan juga Australian slang atau bahasa gaul/prokem warga Australia.

Kita doakan semoga materi ‘CCU’ yang disampaikan benar-benar mampu membuat peserta PPL Australia Periode 7 beradaptasi dengan budaya Australia sekaligus mempermudah proses mereka dalam menimba ilmu di negeri orang. Amiin.

Direktur RELO: Pengajar Bahasa Inggris Harus Lebih Kreatif

 

Direktur RELO (Regional English Language Office) dari Kedutaan Besar Amerika Serikat, Erran Williams berkunjung ke Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, Selasa, 18 Juni 2013. Kehadirnya bersama Manager of Program Development International Program UII, Herman Felani, S.S., MA disambut hangat oleh staf pengajar Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) yang sebagian besar adalah peserta Center of Academic Excellence Workshop Series (hasil kerjasama IP UII dengan English Language Fellow dari RELO), staf pengajar Prodi Hubungan Internasioal FSB UII serta Dekan FPSB UII, H. Sus Budiharto, S.Psi., M.Si., Psikolog.

Menanggapi perkembangan bidang informasi dan teknologi yang semakin pesat, Erran William berpesan agar para pengajar bahasa Inggris (guru, dosen) senantiasa menggali kreatiitas dalam penyampaian materi dan berpikir ‘out of the box’ atau berpikir diluar kebiasaan/kebanyakan orang. “Para peserta didik memiliki energi untuk belajar dan mendapat inspirasi dari seorang guru yang kreatif,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga Erran William memperkenalkan beberapa program Kedutaan Besar Amerika Serikat di bidang pendidikan, khususnya program-program yang membantu guru bahasa Inggris untuk meningkatkan profesionalisme mereka, seperti: grants yang ditawarkan untuk pengembangan profesi, beasiswa, jurnal pembelajaran bahasa Inggris (English Teaching Forum) dan sumber bahan ajar bahasa Inggris (resources) yang dapat dengan mudah didapatkan di www.americaenglish.state.gov.

Calon Peserta PPL, Belajar Cara Mengajar

 

PPL-Pelatihan-Metode-Mengajar

Penyampaian materi ataupun metode mengajar menjadi salah satu kunci utama untuk memudahkan seorang pengajar dalam menyampaikan materi kepada siswa. Dan sebagai salah satu bekal mengajar bagi calon peserta PPL Australia angkatan 7 yang nantinya juga bertugas untuk mengajar Bahasa Indonesia kepada siswa-siswi Dromana, Rosebu, dan Mornington Seconday College, Panitia seleksi memfasilitasi dengan memberikan pelatihan metode mengajar Bahasa Indonesia yang disampaikan oleh Tri Sugiarto, S.S, Senin, 3 Juni 2013.

Dalam pelatihan ini, Tri Sugiarto memberikan materi yang mirip dengan proses saat kita belajar Bahasa Inggris, seperti membaca (reading), mendengarkan (listening), menulis (writing), serta kosa-kata yang dikemas sedemikian rupa hingga siswa akan terhindar dari rasa ‘bosan’. Peserta juga diajak untuk menikmati video pendek yang menceritakan tentang proses pengajaran Bahasa Indonesia di negeri Kanguru tersebut sekaligus praktek mengajar (micro teaching).

Pak Tri Sugiarto berpesan kepada calon peserta PPL untuk bisa memasukkan games, unsur-unsur reading, writing, listening serta kebudayaan Indonesia dalam proses mengajar Bahasa Indonesia tersebut.

Semoga metode pengajaran yang didapat benar-benar mampu menjadi bekal penting bagi calon peserta PPL. Amiin.

VISI DAN MISI

Visi :

Menjadi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang mengutamakan keunggulan, profesionalisme, integritas, dan berstandar internasional dibidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan dakwah dengan berkomitmen pada nilai-nilai islam dan menjunjung tinggi keberagaman budaya indonesia serta masyarakat internasional.

Misi:

1. Mengembangkan program studi pendidikan Bahasa Inggris yang rahmatan lil’alamin.
2. Menyelenggarakan pendidikan Bahasa Inggris untuk menghasilkan lulusan yang memiliki integritas, kompetensi kebahasaan, pedagogik, profesionalisme, pribadi, dan sosial serta kompetitif baik di tingkat nasional dan internasional
3. Mengembangkan penelitian di bidang kependidikan Bahasa Inggris sebagai EIL (English as an International Language) yang berbasis ICT untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
4. Mengembangkan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pembelajaran Bahasa Inggris untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.