Willy Renandya Bagikan Strategi Akselerasi Tugas Akhir di PBI UII

SLEMAN – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Digital Inovatif), Fakultas Ilmu Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia (FISB UII) menyelenggarakan Workshop Pembimbingan Tugas Akhir pada Sabtu, 25 April 2026. Acara ini merupakan bagian dari program hibah PHK-PS dari DPA UII yang bertujuan mengakselerasi masa studi mahasiswa tanpa mengorbankan kualitas akademik.

Workshop kali ini terasa istimewa dengan hadirnya Dr. Willy A. Renandya, seorang pakar pengajaran bahasa Inggris terkemuka dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura sebagai pembicara dalam workshop kali ini Willy memandu diskusi intensif mengenai tantangan-tantangan nyata yang sering dihadapi oleh dosen pembimbing dan mahasiswa dalam proses penyelesaian skripsi.

Dalam sesinya, Willy mengajak para dosen dan mahasiswa membedah berbagai dilema klasik dalam penyusunan tugas akhir. Diskusi berkembang melalui analisis empat kasus utama: The Scope Dilemma, yang menyoroti mahasiswa ambisius dengan topik terlalu luas; The Blank Slate, mengenai mahasiswa berprestasi yang buntu ide dalam menemukan celah riset; The Source Quality Challenge, terkait rendahnya literasi dalam memilih sumber referensi akademik; serta The Language Proficiency Barrier, yang membahas kendala penulisan akademik bagi mahasiswa dengan kemampuan bahasa terbatas.

Melalui pendekatan ini, Willy menekankan pentingnya peran pembimbing dalam mengarahkan mahasiswa agar lebih fokus pada masalah nyata di kelas, menggunakan referensi terindeks yang berkualitas, serta memanfaatkan teknologi AI secara etis untuk meningkatkan kefasihan bahasa tanpa mengabaikan integritas akademik.

Selain membedah problematika bimbingan, Willy menekankan pentingnya penguatan pada fokus metodologi penelitian dan praktik langsung (hands-on practice). Willy menyarankan agar mahasiswa tidak terjebak pada cakupan teori yang terlalu luas secara superfisial, melainkan mendalami beberapa pendekatan inti yang paling dibutuhkan  untuk skripsi mereka, seperti survei, wawancara, atau studi kelas berskala kecil.

Lebih lanjut, workshop ini membahas strategi agar proses supervisi berjalan lebih lancar sehingga mahasiswa merasakan alur pembelajaran yang smooth. Willy menggarisbawahi pentingnya mempersiapkan mahasiswa secara matang sebelum mereka menemui dosen pembimbing agar pertemuan tersebut menjadi lebih produktif. Melalui sesi tanya jawab yang interaktif, para dosen juga diajak membedah berbagai permasalahan spesifik dalam membimbing penulisan mahasiswa, termasuk bagaimana memberikan umpan balik yang konstruktif dan praktis.

“Kurikulum 2024 PBI (Digital Inovatif) UII sebenarnya telah memfasilitasi berbagai skema kelulusan, tetapi kami masih perlu bekerja lebih keras dalam menciptakan sistem pembimbingan yang efisien. Dengan begitu, akreditasi akan tetap lancar, students, and lecturers wellbeing pun juga tetap aman,” ungkap Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris (Digital Inovatif), Puji Rahayu S.Pd., M.LS.T., Ph.D. mengenai acara workshop yang mereka ikuti.

Dengan memfokuskan mahasiswa pada masalah nyata di kelas, penggunaan referensi berkualitas, serta pemanfaatan teknologi AI secara etis, proses bimbingan diharapkan menjadi lebih efektif. Melalui inisiatif ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Digital Inovatif) UII terus memperkuat komitmennya sebagai prodi yang suportif terhadap keberhasilan studi mahasiswa sekaligus memastikan standar kualitas lulusan tetap terjaga di level internasional.(ZNA)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *