MAHASISWA PBI IKUTI RANGKAIAN SELEKSI PPL AUSTRALIA 2018

Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) adakan rangkaian seleksi Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Australia/ Field Study Program 2018. Rangkaian kegiatan seleksi tersebut akan di selenggarakan selama bulan Maret 2018. Rizki Farani, S.Pd., M.Hum sebagai PIC program PPL Australia 2018 menerangkan ada 15 mahasiswa PBI UII dari lintas angkatan yang akan mengikuti tahapan seleksi program tersebut.

Pada 8 Januari hingga 8 Februari lalu, ke-15 kandidat tersebut telah melalui tahapan seleksi administrasi yang merupakan seleksi awal dari PPL Australia 2018. Selanjutnya, di tahapan kedua seleksi, peserta mempresentasikan salah satu budaya Indonesia yang akan mereka tampilkan di seleksi Art Performace.

“Di tahapan kedua, peserta mempresentasikan salah satu budaya Indonesia yang menjadi concern mereka untuk tahapan seleksi selanjutnya” ujar Rizki

Tahapan seleksi kedua tersebut dihelat di Ruang Audio Visual FPSB UII pada Kamis, 1 Maret 2018 lalu. Berdasarkan keputusan dewan juri, Irma Windy Astuti, S.S., M.Hum, Rizki Farani, S.Pd., M.Pd dan Rasman, S.Pd., MA, yang didasarkan pada score nilai penjurian, telah meloloskan 12 kandidat yang akan mengikuti tahapan seleksi berikutnya.

Selanjutnya, ke-12 kandidat peserta PPL Australia tersebut menampilkan beragam kesenian dan kebudayaan Tanah Air Indonesia, seperti Tari Bandrong Ing dari Cilegon, Tari Burung Enggang dari Kalimantan Timur, Tari Sirih Kuning dari Betawi, Mainan tradisional “Jejamuran”, Gasing, dan banyak budaya lainnya. Kegiatan seleksi Art Performance tersebut diselenggarakan di Ruang Auditorium FPSB UII Lt. 3 pada Kamis, 8 Maret 2018 dengan mendatangkan juri, diantaranya Ista Maharsi, S.S., M.Hum dosen Pendidikan Bahasa Inggris UII, Ali Minanto, S.Sos., M.A dosen Ilmu Komunikasi UII dan Putut Ardiyanto, S.Pd., M.Pd dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

“Seleksi Art Performance ini merupakan seleksi tahapan ketiga, setelah ini nantinya para peserta masih harus mengikuti seleksi psikotes dan selanjutnya akan diadakan training untuk Awardee PPL Australia 2018. Training tersebut meliputi training ke Indonesiaan, Keislaman, BIPA, Imigrasi, CCU, dan pendampingan. PPL Australia 2018 merupakan duta dari PBI dan duta dari UII, oleh karenanya dengan pelatihan tersebut menyiapkan peserta secara kognitif dan mental. Harapannya, semoga kegiatan seleksi ini terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuan dari program PPL Australia. Apapun hasilnya nanti, we proud of you guys” papar Rizki dalam sambutan pembukaan seleksi Art Performance.

PRODI PBI UII GELAR STUDIUM GENERALE BERTEMAKAN TEKNIK MENGAJAR BAHASA INGGRIS UNTUK GENERASI ‘JAMAN NOW’

Penyampaian materi Studium Generale dengan tema “Teaching English to The NOW Generation Using Appropriate Technology” oleh Laily Amin Fajariyah, M.Pd.

Seiring dengan perubahan jaman, perkembangan teknologi/ Information Communication and Technology (ICT) telah menunjukkan kemajuan yang pesat dan membawa dampak yang sangat signifikan, termasuk di bidang Pendidikan. Salah satunya, proses pembelajaran telah banyak menunjukkan inovasi melalui integrasi dan pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran.

Guna menjawab tantangan dalam Pendidikan jaman NOW / era abad 21 tersebut, Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) menagadakan kuliah umum dengan tema “Teaching English to The NOW Generation Using Appropriate Technology”. Kegiatan yang diselenggarakan pada Kamis, 30 November 2017 di Ruang Audio Visual, Gedung Muhammad Hatta, Perpustakaan Pusat Lt. 2 UII tersebut diikuti oleh mahasiswa baru angkatan 2017.

Dalam sambutannya mengawali acara, Ka. Prodi Irma Windy Astuty, S.S., M.Hum menyampaikan bahwa selain untuk mengenalkan prinsip pengajaran Bahasa Inggris dengan integrasi teknologi di jaman sekarang, studium generale juga akan mengenalkan kepada mahasiswa baru beberapa “Global Mobility Program” yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, khususnya Program Program Pengalaman Lapangan ASEAN dan Program Pengalaman Lapangan Australia.

Selanjutnya, Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Dr.rer.nat Arief Fahmie, S.Psi., M.A., Psikolog dalam sambutannya juga menyampaikan pentingnya bagi guru di jaman sekarang untuk lebih melek teknologi sehingga mampu mengajar dengan memanfaatkan teknologi sebagai media pengajaran secara baik. Selain itu, dirinya juga memberikan apresiasi kepada Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Indonesia atas pencapaian yang telah diperoleh prodi dalam beberapa bidang selama dua tahun terakhir ini.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada PBI, selain capaian atas akreditasi B di tahun 2017, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UII juga berhasil meraih juara 1 prodi terbaik dalam Kinerja Karya Ilmiah di Universitas Islam Indonesia untuk kelompok Program Studi Sosial” ungkapnya.

Laily Amin Fajariyah, M.Pd. menjelaskan tentang poin-poin penting dalam penggunaan dan pemanfaatan teknologi bagi pengajaran Bahasa Inggris di dalam kelas

Laily Amin Fajariyah, M.Pd selaku pemateri dalam kuliah umum tersebut kemudian memaparkan tentang CERDIG (Cerita Digital/ Digital Stories), salah satu bentuk teknologi yang dapat diaplikasikan dalam pengajaran Bahasa Inggris di dalam kelas. Melalui pemanfaatan dan eksplorasinya terhadap CERDIG, Laily pernah dinobatkan sebagai Runner Up Lomba Kreativitas Guru Nasional (LKG) di tahun 2014 dan juara 1 Lomba Best Practice Guru se-Jogja Jateng di tahun 2016.

Laily juga menjelaskan beberapa karakteristik the ‘NOW’ Generation, diantaranya terbuka terhadap sebuah inovasi, terhubung dengan social media, dll. Oleh karenanya, tantangan Guru di jaman sekarang adalah mengaplikasikan teknologi yang sesuai sebagai media ajar didalam kelas. Berkenaan dengan hal tersebut, peserta kuliah umum yang juga sebagai calon guru masa depan diajak untuk membuat CERDIG secara langsung dengan menggunakan aplikasi Kine Master yang diinstal di smartphone.

“Seorang guru wajib memiliki kreatifitas serta gairah berinovasi dalam mengeksplorasi dan mengaplikasikan teknologi secara tepat guna untuk peserta didik” paparnya.

Foto Bersama Pemateri dan Peserta Studium Generale “Teaching English to The NOW Generation Using Appropriate Technology”

Setelah sesi kuliah umum berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session dengan para Awardee PPL Australia dan PPL Asean 2017 tentang pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan tersebut. Dengan harapan setelah sharing tersebut, para peserta dapat termotivasi untuk mengikuti seleksi program serta mengikuti jejak seniornya dalam kegitan global mobility serupa di tahun-tahun mendatang.

AWARDEES PPL AUSTRALIA IKUTI CROSS CULTURAL UNDERSTANDING (CCU) TRAINING

Peserta Program PPL Australia 2017 PBI UII bersama dengan miss Anita Sartika Dewi, PhD

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan pelatihan Cross Cultural Understanding (CCU) bagi peserta PPL Australia (angkatan ke 11) pada Sabtu, 26 Dzulqo’dah 1438H/ 19 Agustus 2017 M bertempat di Hotel AllStay Yogyakarta. Pelatihan CCU ini merupakan bagian dari program PPL Australia yang bertujuan membekali mahasiswa peserta PPL Australia tentang kehidupan dan kebudayaan yang berlaku di Negeri Kangguru. Sebelumnya, para peserta PPL Australia telah melewati beberapa tahapan proses seleksi dan pelatihan/ workshop diantaranya: seleksi berkas/ dokumen, seleksi presentasi/ public speaking tentang Indonesia, seleksi presentasi tentang Art Performance, seleksi Art Performance, tes psikologi, training immigrasi, training BIPA, workshop on intercultural competence in language teaching dan workshop photo voiced.

Anita Sartika Dewi, PhD (sebagai koordinator lapangan program PPL Australia di Melbourne, Australia) bertindak sebagai pemateri dalam pelatihan CCU tersebut. Penyampaian materi CCU dilakukan secara dialogis dan interaktif melalui aktifitas tanya jawab, diskusi kelompok dan bedah kasus dengan peserta yang melibatkan berbagai gambar atau tanyangan sebagai prompt diskusi. Lebih jauh, Ms Anita, demikian sapaan akrabnya, memberikan gambaran dan informasi penting kepada calon peserta PPL yang akan menjadi asisten guru selama di Australia tentang tradisi, kebiasaan dan keseharian warga Australia, terutama berkaitan dengan budaya & aturan/ norma di sekolah maupun yang mungkin berlaku di host-family, seperti tentang: penggunaan  uniform di sekolah, bagaimana cara berinteraksi dengan siswa, bagaimana menjaga komunikasi yang baik dengan guru dan anggota keluarga (host-family) di rumah, bagaimana menjalankan ibadah serta menjaga kebersihan selama di Australia, dan lain sebagainya.

Penanggungjawab program PPL Australia, Astri Hapsari, S.S., M.TESOL menuturkan bahwa awardees akan diberangkatkan ke Melbourne pada pertengahan bulan Oktober 2017 mendatang, dan berharap program PPL Australia tahun ini akan menorehkan kesuksesam seperti halnya di tahun-tahun sebelumnya.