KEMBALI BERPARTISIPASI DALAM PPL ASEAN, PBI UII BERANGKATKAN MAHASISWANYA KE THAILAND & FILIPINA

Ka. Prodi PBI bersama dengan Awardee dan alumni PPL ASEAN

Guna meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global, Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali memberangkatkan mahasiswanya untuk mengikuti program Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di Negara ASEAN pada 18 Januari 2017. Program PPL ASEAN pada periode T.A Semester Ganjil 2017/2018 tersebut merupakan angkatan ke-5 dan kali ketiga keikutsertaan PBI UII dalam exchange program tersebut. Dalam acara pelepasan mahasiswa tersebut, Ka. Prodi PBI UII, Irma Windy Astuti, S.S., M.Hum mengatakan bahwa penyelenggaraan PPL ASEAN angkatan 5 ini berbeda dengan angkatan sebelumnya dimana penempatan mahasiswa PPL ASEAN hanya berpusat di Negara Thailand saja. Pada tahun ini dua mahasiswa PBI UII mendapatkan penugasan dan penempatan di dua Negara ASEAN yaitu Thailand dan Filipina melalui kerjasama dengan South East Asian Minister of Education Organization (SEAMEO).

Program ini ditujukan untuk membekali mahasiswa (calon guru) dengan kompetensi guru berwawasan yang global untuk menghadapi persaingan yang lebih ketat khususnya di era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Melalui PPL ASEAN angkatan ke-5 ini, PBI mengirimkan 2 mahasiswanya, yaitu Kartika Talia dan Noorina Nyesti Rahmawati yang masing-masing akan disupervisi oleh host university mereka (Chiang Rai Rajabhat University & Pangasinan State University) selama program.

Kedua mahasiswa PBI UII tersebut akan melaksanakan praktek mengajar di sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas di masing-masing negara tujuan. Program ini akan berlangsung selama 4 minggu dengan berbagai kegiatan, diantaranya minggu 1 dipergunakan untuk orientasi kampus yang berisi orientasi budaya, bahasa maupun informasi terkait penugasan yang akan diselesaikan selama berada di negara tersebut. Minggu ke 2 akan diisi dengan observasi pelaksanaan teaching learning process/ KBM (Kegiatan Belajar Mengajar)  di sekolah tujuan. Selanjutnya di minggu ke 3, mahasiswa akan melakukan praktek mengajar Bahasa Inggris dan di minggu terakhir mahasiswa ditugaskan untuk melakukan refleksi dan menuliskan laporan kegiatan selama PPL.

Sesi pembekalan bersama dengan Awardee PPL ASEAN Batch 5

Disamping melaksanakan teaching learning process atau KBM di dalam kelas, mahasiswa juga akan mempelajari sistem pengelolaan pendidikan, kurikulum yang digunakan serta implementasi metode pengajaran di tiap sekolah. Mereka juga akan terlibat dalam aktivitas dan budaya sekolah di kedua sekolah di Thailand dan Filipina tersebut.

Di akhir sesi, para awardee PPL ASEAN angkatan sebelumnya berkesempatan menyampaikan sharing experience/ pengalaman mereka selama menjalani PPL ASEAN tahun 2017 yang lalu. Hal ini ditujukkan agar para Awardee PPL ASEAN batch 5 mempunyai gambaran terkait profil negara tujuan, kehidupan sehari-hari,  budaya maupun bahasanya. PIC program yang sekaligus Ka. Prodi PBI berpesan agar mahasiswa melaksanakan tugas PPL dengan baik, menjaga nama baik UII dan Prodi PBI. Jika terdapat hal yang kurang jelas, mahasiswa diminta untuk tidak sungkan bertanya kepada supervisor dan cooperating teacher yang mendampingi mereka. Tak lupa disampaikan  juga oleh Ka.Prodi kepada para peserta terkait pentingnya memanfaatkan dan mengoptimalkan momen dan kesempatan petukaran mahasiswa tersebut sebagai sarana untuk belajar dan bertumbuh menjadi pribadi dan calon profesional guru yang unggul dan kompeten.

KULIAH UMUM STUDY SKILL UNTUK MAHASISWA BARU, EVALUASI SEA-TEACHER PROJECT SEAMEO DI THAILAND & KEIKUTSERTAAN DOSEN DALAM KONFERENSI INTERNASIONAL ICTTE

kuliah umum pengembangan study skill untuk mahasiswa baru Prodi. Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Indonesia

Program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas PsikologidanIlmuSosialBudaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kuliah umum pengembangan study skill untuk mahasiswa baru T.A 2017/2018 di ruang Auditorium FPSB pada Kamis, 8 Muharram 1439H/ 28 September 2017M.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tujuan agar mahasiswa baru mampu mengekspresikan diri dalam proses belajar di perguruan tinggi, memahami potensi diri dan melakukan goal setting/ proses penetapan sasaran yang ada dalam diri untuk mencapai standard of excellent sehingga mampu berprestasi dengan gemilang.

Ir. Retno Tri Andari, MBA selaku pembicara dalam kegiatan study skill tersebut mengenalkan istilah dan konsep SMART  pada mahasiswa baru PBI UII yaitu Specific/ spesifik, Meansurable/ dapat diukur, Aggressive but Attainable/ Agresif tapi dapat diraih, Result-oriented/ berorientasi pada hasil, Time-bound/ berbatas waktu dalam kaitannya dengan materi goal-setting

The 4th Evaluation Meeting of Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia (SEA-Teacher Project)

Para pesertapun  dilibatkan dalam sesi diskusi, tanya jawab dan diminta untuk menuliskan personal mission statement dalam bentuk langkah-langkah kongkret sebagai bagian dari perencanaan / goal setting untuk memfasilitasi mereka fokus dalam melihat / mencapai tujuan, mengeliminasi hal yang tidak penting, dan membangkitkan semangat dalam belajar sehingga mampu mempersembahkan yang terbaik selama menempuh proses akademik di PBI UII.

Sementara itu di bulan berikutnya, dan masih dalam periode semester gasal 2017/ 2018, tepatnya pada Senin-Selasa, 19-20 Muharram 1439 H/ 9-10 Oktober 2017 bertempat di Hotel Empress di Chiang Mai, Thailand, bersama dengan 41 perwakilan dari berbagai universitas di Asia Tenggara, Program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) diwakili oleh Irma Windy Astuti, S.S., M.Hum, berpartisipasi dalam The 4th Evaluation Meeting of Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia (SEA-Teacher Project). Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ASEAN/ Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia (SEA-Teacher Project ) merupakan program yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa calon guru agar memiliki pengalaman mengajar (praktikum) di sekolah- sekolah di negara di kawasan Asia Tenggara. Program yang difasilitasi oleh dan dikerjasamakan dengan SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization). Evaluasi  berkala pasca program tersebut ditujukan untuk memperbaiki sistem dalam rangka penyiapan dan fasilitasi program SEA-Teacher yang lebih baik di  tahun 2018.

Kerjasama PBI UII dengan SEAMEO melalui SEA-Teacher Project/ PPL Asean tersebut juga merupakan langkah prodi dalam  memperluas hubungan kerjasama International dan menumbuhkan lingkungan belajar bagi mahasiswa yang berorientasi pada kompetensi global.

Pada bulan yang sama yaitu pada Sabtu, 17 Muharram 1439 H/ 7 Oktober 2017 Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Islam Indonesia (UII) mengirimkan delegasinya untuk mendesiminasikan hasil penelitiannya dalam Konferensi Internasional ICTTE (The 3rd International Conference on Teacher Training and Education) yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) di Hotel Sunan Surakarta.

Ista Maharsi, S.S., M.Hum, Dosen PBI UII, mempresentasikan hasil penelitiannya dalam Konferensi Internasional ICTTE

Ista Maharsi, S.S., M.Hum, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris UII berpartisipasi dalam ICTTE dan mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Experiential Learning Approach to Teach Content Course in An EFL Teacher Educational Program”. Konferensi yang bertemakan “Teacher Training and Education: Opportunities and Challenges in Fostering Quality Learning in the Era of Open Knowledge” tersebut mencakup berbagai aspek / sub-tema dibidang Pendidikan, diantaranya perkembangan pendidikan, pembelajaran, dan pengembangan institusi pendidikan guru, serta pemanfaatan IT dan pelatihan guru untuk kemajuan pendidikan. Forum ilmiah tersebut diikuti oleh peneliti, akademisi, pendidik, praktisi, birokrat, dan konsultan yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Jepang. Hasil dari keikutsertaan Ista Maharsi, S.S., M.Hum dalam konferensi tersebut diantaranya adalah diterbitkannya artikel ilmiah beliau dalam proceeding konferensi dengan indeksasi bereputasi internasional setelah tulisan beliau dinyatakan lulus dari tahapan review dan seleksi yang ketat

PRODI PBI UII GELAR STUDIUM GENERALE BERTEMAKAN TEKNIK MENGAJAR BAHASA INGGRIS UNTUK GENERASI ‘JAMAN NOW’

Penyampaian materi Studium Generale dengan tema “Teaching English to The NOW Generation Using Appropriate Technology” oleh Laily Amin Fajariyah, M.Pd.

Seiring dengan perubahan jaman, perkembangan teknologi/ Information Communication and Technology (ICT) telah menunjukkan kemajuan yang pesat dan membawa dampak yang sangat signifikan, termasuk di bidang Pendidikan. Salah satunya, proses pembelajaran telah banyak menunjukkan inovasi melalui integrasi dan pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran.

Guna menjawab tantangan dalam Pendidikan jaman NOW / era abad 21 tersebut, Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) menagadakan kuliah umum dengan tema “Teaching English to The NOW Generation Using Appropriate Technology”. Kegiatan yang diselenggarakan pada Kamis, 30 November 2017 di Ruang Audio Visual, Gedung Muhammad Hatta, Perpustakaan Pusat Lt. 2 UII tersebut diikuti oleh mahasiswa baru angkatan 2017.

Dalam sambutannya mengawali acara, Ka. Prodi Irma Windy Astuty, S.S., M.Hum menyampaikan bahwa selain untuk mengenalkan prinsip pengajaran Bahasa Inggris dengan integrasi teknologi di jaman sekarang, studium generale juga akan mengenalkan kepada mahasiswa baru beberapa “Global Mobility Program” yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, khususnya Program Program Pengalaman Lapangan ASEAN dan Program Pengalaman Lapangan Australia.

Selanjutnya, Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Dr.rer.nat Arief Fahmie, S.Psi., M.A., Psikolog dalam sambutannya juga menyampaikan pentingnya bagi guru di jaman sekarang untuk lebih melek teknologi sehingga mampu mengajar dengan memanfaatkan teknologi sebagai media pengajaran secara baik. Selain itu, dirinya juga memberikan apresiasi kepada Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Indonesia atas pencapaian yang telah diperoleh prodi dalam beberapa bidang selama dua tahun terakhir ini.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada PBI, selain capaian atas akreditasi B di tahun 2017, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UII juga berhasil meraih juara 1 prodi terbaik dalam Kinerja Karya Ilmiah di Universitas Islam Indonesia untuk kelompok Program Studi Sosial” ungkapnya.

Laily Amin Fajariyah, M.Pd. menjelaskan tentang poin-poin penting dalam penggunaan dan pemanfaatan teknologi bagi pengajaran Bahasa Inggris di dalam kelas

Laily Amin Fajariyah, M.Pd selaku pemateri dalam kuliah umum tersebut kemudian memaparkan tentang CERDIG (Cerita Digital/ Digital Stories), salah satu bentuk teknologi yang dapat diaplikasikan dalam pengajaran Bahasa Inggris di dalam kelas. Melalui pemanfaatan dan eksplorasinya terhadap CERDIG, Laily pernah dinobatkan sebagai Runner Up Lomba Kreativitas Guru Nasional (LKG) di tahun 2014 dan juara 1 Lomba Best Practice Guru se-Jogja Jateng di tahun 2016.

Laily juga menjelaskan beberapa karakteristik the ‘NOW’ Generation, diantaranya terbuka terhadap sebuah inovasi, terhubung dengan social media, dll. Oleh karenanya, tantangan Guru di jaman sekarang adalah mengaplikasikan teknologi yang sesuai sebagai media ajar didalam kelas. Berkenaan dengan hal tersebut, peserta kuliah umum yang juga sebagai calon guru masa depan diajak untuk membuat CERDIG secara langsung dengan menggunakan aplikasi Kine Master yang diinstal di smartphone.

“Seorang guru wajib memiliki kreatifitas serta gairah berinovasi dalam mengeksplorasi dan mengaplikasikan teknologi secara tepat guna untuk peserta didik” paparnya.

Foto Bersama Pemateri dan Peserta Studium Generale “Teaching English to The NOW Generation Using Appropriate Technology”

Setelah sesi kuliah umum berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session dengan para Awardee PPL Australia dan PPL Asean 2017 tentang pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan tersebut. Dengan harapan setelah sharing tersebut, para peserta dapat termotivasi untuk mengikuti seleksi program serta mengikuti jejak seniornya dalam kegitan global mobility serupa di tahun-tahun mendatang.